Minggu, 26 Juni 2011

Arti Pernikahan Diraja bagi Rakyat Inggris



Pangeran William dan istrinya setelah upacara pernikahan mereka di Westminster Abbey di London, (29 /4). (FOTO.ANTARA/REUTERS/Matt Cardy/Pool )
Jakarta (ANTARA News) - Jutaan orang di seluruh dunia yang menyaksikannya, termasuk mereka yang sangat antimonarki sekali pun, sepakat mengenai satu hal setelah menyaksikan 'Pernikahan Diraja' bahwa tidak satu negara pun yang bisa menyajikan kemewahan dan untaian manusia seperti dilakukan Inggris.

Namun setelah semua gaun mewah ditanggalkan, kuda-kuda penarik kereta kencana yang elegan dikandangkan kembali, dan para tetamu agung meninggalkan Istana Buckingham, hanya sedikit yang menyetujui bahwa pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton si jelata, punya arti khusus bagi Inggris.

Mereka yang ikut turun ke jalan-jalan di kota London dan berpesta demi kedua mempelai dilihat sebagai usaha untuk menghidupkan kembali monarki di Inggris.

Tetapi bagi yang lain, mperayaan itu adalah gambaran buruk bagi Inggris sebagai sebuah negara. Sisanya malah tidak menganggap pernikahan itu memiliki arti apa-apa.

"Menyaksikan perayaan ini, sebuah pikiran lantas muncul, 'monarki Inggris telah kembali," kata presenter acara bincang-bincang CNN asal Inggris, Piers Morgan, seperti dikutip Reuters.

"Ini menandakan perubahan besar bagi negara itu," tulis Geordie Greig dalam surat Evening Standard yang terbit di London. "Ini adalah satu penyegaran yang sangat dibutuhkan oleh keluarga kerajaan."

Banyak yang percaya pernikahan itu telah menaikkan selera masyarakat Inggris yang sedang kusudt karena pemotongan anggaran belanja publik.

"Biaya pernikahan itu, termasuk keputusan dan keamanannya diperkirakan melampaui 20 juta poundsterling," tulis Mick Brown dalam Telegraph.

"Tetapi manfaatnya untuk memacu semangat kebangsaan, di tengah meningkatnya sinisme dan ketika rasa kebangsaan Inggris sendiri sangat rapuh, maka itu sangatlah tak ternilai," tulisnya lebih jauh.

Mereka yang melihat pernikahan itu faktor positif dan mengedepankan kepentingan 25 juta orang atau separuh rakyat Inggris, kemudian memutuskan menyaksikan pernikahan tersebut. Tapi, tidak terhitung juga yang mempermasalahkan biaya pernikahan itu.

"Di hari pernikahan, negara ini sedang menuju krisis identitas," catat Laurie Penny dalam blognya di New Statemen. Dalam blog itu dia juga mencatat banyaknya penangkapan yang dibuat di sekitar lokasi pernikahan, termasuk mereka yang akan berdemonstrasi.

"Jadi inilah Inggris pada 29 April 2011. Pernikahan pewaris kerajaan tua yang tidak lagi bergigi dirayakan dengan megah dan sebuah situasi di mana perbedaan pendapat dengan dalih apapun ditekan atau dihilangkan sama sekali," tukasnya lagi.

Republic, kelompok yang mengampanyekan alternatif demokrasi bagi sistem monarki Inggris, mengatakan bahwa lebih dari seribu orang menghadiri acara yang diselenggarakan Jumat lalu oleh mereka yang bertajuk, 'Bukan Pesta Pernikahan Kerajaan'.

Inggris telah mempunyai sistem monarki konstitusi sejak abad 18. Dalam sistem itu seorang raja atau ratu ditempatkan sebagai kepala negara, tetapi parlemen yang terpilihlah yang bertugas membuat hukum positif.

Selama jangka waktu itu negara tersebut pernah menggunakan sistem republik selama 11 tahun menyusul perang saudara Inggris dan hukuman mati atas Raja Charles I di abad 17.

Tetapi faktanya, meski popularitas beberapa anggota kerajaan semakin memudar dan terkikis selama bertahun-tahun, tentu saja salah jika  mengatakan 'monarki telah kembali' karena sistem itu sebenarnya tidak perna hilang dari bumi Inggris.

Sebuah survey yang digelar Ipsos MORI untuk Reuters bulan lalu menunjukkan bahwa tigaperempat populasi Inggris tetap menginginkan negara itu menggunakan sistem monarki.

Jika pernikahan yang digelar Jumat pekan silam itu bukan merupakan dorongan untuk keluarga kerajaan Inggris dan bukan juga hukuman mati, maka hari itu akan menjadi catatan dalam sejarah sebagai pernikahan yang dirancang dengan megah yang ramai disaksikan di seluruh dunia.

Dalam editorialnya Guardian menulis, "Pernikahan itu bukan sebuah peristiwa yang bisa dilihat seperti cermin yang merefleksikan pengkerdilan satu subjek negara. Itu adalah satu pertunjukan yang dikelola dengan bagus, di mana tirai panggung naik turun dengan lancar. Sirkus itu datang dan pergi. Ia tidak mengubah apa pun." (*)

Beda Putri Diana dengan Kate Middleton

Ilustrasi (aolcdn.com)
London (ANTARA News) - Dari cincin pertunangan sampai lokasi pernikahan, Putri Diana akan selalu hadir dalam semua apsek pernikahan Pangeran William dengan Kate Middleton Jumat esok. Sepertinya si putra mendamba si ibu.

Namun kendati kegagalan pernikahan Diana dengan Pangeran Charles dan kematian tragisnya menghantui pikiran Kate, para komentator mengatakan bahwa gadis 29 tahun itu jauh lebih berpeluang menggapai kebahagian dibandingkan yang telah direngkuh Diana.

Di tengah pembandingan-permbandingan yang tak terelakkan di antara kedua wanita itu, William telah menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan sosok ibunya.

Tindak tanduknya telah membuat Diana dikenang di manapun Kate berada.

William memberinya cincin berlian dan safir warisan ibunya.  Dan dia mengungkapkan ini sebagai upayanya untuk membuat Diana selalu dekat dengannya.  Kate berkata hadiah itu sangat, sangat spesial, dan dia berjanji untuk menjaganya.

Kendati pasangan itu tak menjelaskan akan meniru orang tua William dengan menikah di Katedral St Paul, pilihan mereka kepada  Westminster Abbey sarat dengan perlambang.

Adalah di Abbey, William yang saat itu berusia 15 tahun dan adiknya Pangeran Harry berjalan mengapit keranda jenazah ibundanya menyusul kematiannya dalam satu kecelakaan lalu lintas di Paris pada 1997.  Kedua pangeran muda berjalan sambilmenundukkan kepalanya sembari diam dalam misteri.

Hari itu, adik Putri Diana, Earl Charles Spencer, menciptakan "headline" lewat pidatonya yang dianggap kritik terhadap perlakuan keluarga kerajaan kepada mendiang kakaknya.

Jumat nanti, Earl Charles Spencer akan duduk di salah satu sisi bbey, di belakang keluarga Kate, bukan dekat dengan keluarga William.

Minggu lalu, William dilaporkan mengajak Kate untuk tabur bunga ke makam Diana di pemakaman keluarga di Althorp, Northamptonshire, Inggris tengah.

Harry, calon pendamping pengantin pria, baru-baru ini mengatakan bahwa ibunda mereka akan berada dalam kenangan mereka di hari berbahagi esok.

"Saya sendiri, abang saya, dan ayah saya, dan semua keluarga yang hadir tak akan ragu untuk mengenang itu. Dan saya berharap dia (mendiang Diana) akan amat sangat bangga bahwa hari terindah akan meliputi dia (William),"  kata Pangeran Harry.

Diana selalu dibandingkan dengan Kate, namun para komentator mengatakan bahwa kedua wanita itu berbeda karakter, berbeda latar belakang, dan tentunya hubungan mereka dengan pangeran-pangeran mereka juga berbeda.

Kate akan berusia 29 manakala dinikahi William yang berumur 28 tahun, dan Karte adalah lulusan perguruan tinggi, serta pernah beberapa tahun bekerja. Mereka berdua juga tak lepas berhubungan selama hampir delapan tahun, dan hampir selalu tampil dalam cinta.

Sebaliknya, Diana adalah gadis berusia 20 tahun yang pemalu ketika dia menikah dengam Charles.

Di usianya yang sudah 32 tahun, Pangeran Charles yang adalah pewaris tahta raja, ditekan untuk segera mendapatkan pendamping hidup demi tahtanya itu.  Mereka hanya berkencan beberapa bulan sebelum saling mengikat satu sama lain.

Seperti diketahui dunia kini, Charles juga mencintai wanita idalam lain, Camilla  Parker-Bowles, dengan siapa dia mengaku punya hubungan dan akhirnya dinikahinya pada  2005.

Diana juga menikahi pangerannya di zaman yang berbeda, di mana seorang putri dituntut tetap perawan bahkan untuk masa modern seperti tahun 1981.  Diana juga memanggil tunangannya dengan 'Sir' sampai hari pernikahannya digelar.

Andrew Morton, pengarang yang mendedah ketidakbahagiaan Diana dalam bukunya yang diterbitkan tahun 1992, "Diana: Her True Story", mengatakan ada jurang perbedaan yang dalam antara Diana dan Kate.

"Perbedaannya adalah bahwa Charles dan Diana berpacaran singkat sekali, bahkan mereka tidak sering bertemu, mereka juga tidak mengenal satu sama lain dengan baik," katanya kepada AFP.

"Kali ini pasangan yang lain berpacaran selama delapan tahun, mereka sudah tinggal bersama, mereka sudah mengenal di sisi ranjang mana pasangan mereka tidur. Mereka seperti pasangan yang sudah lama menikah, begitulah sejujurnya."

Kate juga lebih percaya diri ketimbang Diana, berkat dukungan keluarganya, mengingat dia dekat dengan ibunya Carole, dan adik perempuan satu-satunya Pippa.  Pippa akan mendampinginya di pernikahan nanti. Sebaliknya, orang tua Diana cerai ketika dia masih belia.

Meskipun begitu, memang ada kesamaan diantara mereka, setidaknya cara mereka dalam menarik media. Diana dikejar-kejar fotografer sejak pertunangannya, sedangkan Kate meminta para pengacaranya untuk melindungi dirinya dari media.

Lebih dari itu, kendati Kate memiliki kualitas bintang, dalam kecintaan orang kepada putri kerajaan, dia masih jauh dibandingkan "People's Princess" (Putri Diana) yang hingga kini masih dicintai orang. (*) 

Pangeran William dan Catherine Akan Bertemu Obama

ilustrasi Pangeran William dan Catherine (FOTO.ANTARA/REUTERS/Kieran Doherty )
London (ANTARA News/AFP) - Pangeran Willian dan istrinya Catherine akan bertemu dengan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, di Istana Buckingham, Selasa, saat presiden Amerika Serikat itu melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris, menurut pihak Istana.

Saat mengumumkan hal itu juru bicara kerajaan menggunakan nama resmi pasangan kerajaan tersebut.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Presiden dan Nyonya Obama akan bertemu dengan Duke dan Duchess of Cambridge segera setelah kedatangan mereka di Istana Buckingham hari ini. "

William dan Catherine baru saja pulang dari bulan madu mereka di Seychelles, setelah pernikahan di Westminster Abbey pada 29 April lalu disaksikan oleh satu juta orang di jalan-jalan London dan dua miliar penonton televisi di seluruh dunia.

Obama tidak diundang dalam acara tersebut karena William bukan merupakan pewaris takhta - dia berada di urutan kedua setelah ayahnya, Pangeran Charles - dan pertemuan itu akan menjadi kesempatan pertama presiden AS untuk mengucapkan selamat kepada Pangeran William secara langsung.

Kedua pasangan itu akan bertemu di ruang mewah 1844 di Istana Buckingham selama 10 menit sebelum tengah hari, sebelum dilakukan upacara resmi untuk menyambut Obama di taman istana.

Obama dan istrinya berada di istana sebagai tamu Ratu Elizabeth II, nenek William, selama kunjungan kenegaraan tiga hari ke Inggris.

Lawatan itu dimulai sehari lebih awal saat Obama terbang pada Senin malam dari Dublin untuk menghindari awan abu vulkanik.(*)

Kisah Asmara Terselubung Antara Ratu Inggris dan Pemuda Muslim Dibukukan


Kisah Asmara Terselubung Antara Ratu Inggris dan Pemuda Muslim Dibukukan
MENARIK.CO - Ini novel kisah nyata dari kehidupan pribadi Ratu Inggris, Victoria, yang berkuasa dari 1837-1901 ternyata menjalin hubungan asmara dengan pelayannya asal India bernama Abdul Karim, yang beragama Islam!
Kisah unik ini ditemukan secara tidak sengaja oleh pengarang kelahiran India, Shrabani Basu. Menurut Banu, kisah ini sengaja ditutup-tutupi oleh Kerajaan Inggris. Ketika Victoria meninggal dunia pada 1901, anaknya Raja Edward VII memerintahkan seluruh surat dan fotografi yang menghubungkan Victoria-Karim dihancurkan.
Untungnya, Karim memiliki buku harian yang sempat ia selundupkan ketika ia dipecat dari Kerajaan Inggris. Buku ini jatuh ke tangan Basu, tahun lalu. Diberikan oleh salah satu kerabat Karim, Begum Qamar Jehan. Bersama dengan buku itu, terdapat pula sejumlah foto yang menunjukkan Victoria-Karim.
Berikut kisah uniknya, seperti dikutip dari the National:
Karim adalah pemuda asal Agra, India. Ia dibawa ke Inggris pada 1887. Ia disebut sebagai 'Hadiah dari India untuk Inggris'. Sebelumnya Victoria memang ingin ada pelayan khusus India untuk melayani seorang ratu India yang berkunjung ke Inggris.
Setahun di Inggris, karir Karim melesat. Dia menajdi salah satu pelayan dan orang penting di dalam rumah tangga Istana. Ia menjadi anak kesayangan Victoria. Banyak orang dari pemerintahan dan anggota keluarga kerajaan yang iri dengan karirnya.
Di satu kesempatan, Perdana Menteri Inggris Lord Salisbury bahkan harus mengintervensi keputusan Victoria. Ratu ingin menganugerahkan Karim gelar ksatria Inggris, namun ditolak Salisbury. Akhirnya Karim mendapat gelar 'Companion of the Order of the Indian Empire' dan gelar 'Commander of the Royal Victorian Order'.
Karim datang ketika Victoria sedang berduka atas kematian John Brown. Brown adalah salah satu pelayan favorit Ratu, yang juga kemungkinan salah satu kekasihnya. Suami Victoria, Pangeran Albert, meninggal pada 1861.
"Victoria mengirim surat ke Karim yang menunjukkan kasih sayang. Ia menulis dalam surat itu 'dari Ibumu yang sangat menyintaimu' atau 'dari sahabatmu' atau malah di beberapa kesempatan ada surat yang dikirim dengan tanda kecupan sang Ratu. Ini sangat jarang pada saat itu," kata Basu.
"Hubungan mereka sangat bergairah, tidak diragukan lagi. Hubungan mereka bisa dikatakan dalam berbagai lapisan, ada hubungan ibu-anak, ada hubungan pria India-perempuan Inggris, macam-macam," sambung Basu.
Apakah hubungan keduanya cinta? Basu masih ragu mengatakannya. Sebab saat itu Karim sudah menikah dan Victoria tampak ingin sendiri. Namun gosip di Kerajaan waktu itu sempat memuncak ketika Karim dan Victoria bermalam bersama di salah satu rumah peristirahatan di dataran tinggi Skotlandia.
Selain sebagai pelayan, Karim juga mengajari Victoria bahasa Urdu, Hindi, dan masalah-masalah India. Karim selalu ikut dalam rombongan kerajaan. Dia diberikan rumah mewah di Inggris dan di India. Bahkan ia memiliki menu khusus, kare, setiap hari di Istana.
Karim pun naik jabatan. Dari pelayan menjadi sekretaris Ratu. Kenaikan jabatan itu membuat pihak rumah tangga Istana makin gusar. "Aku sangat mengagumi Karim," kata Victoria suatu waktu kepada menantunya, Louisse, Duchess of Cornwall di 1888. "Karim itu pria yang lembut, baik, dan pengertian. Dia membuatku merasa nyaman," kata Victoria.
"Yang terjadi saat itu adalah Karim sangat berpengaruh terhadap Victoria. Bahkan Karim bisa mempengaruhi kebijakan politik Inggris terkait India. Ini sangat menakjubkan. Ketika Inggris di masa jaya-jayanya, ada pemuda Muslim yang menduduki posisi penting di Kerajaan Inggris yang bisa mengubah kebijakan," kata Basu.
Menurut Basu, hubungan Victoria-Karim menjadi sangat heboh. Bahkan lebih heboh dari hubungan Victoria-Brown. Ini membuat putra Victoria, Raja Edward VII sangat tidak senang. Ketika Victoria wafat, Edward memecat Karim dan memulangkannya ke India.

Pangeran William - Kate Middleton Cerai

Pangeran William - Kate Middleton Cerai. Berita bahwa Pangeran William menceraikan Kate Middleton sempat menggemparkan di berbagai negara. Dan banyak orang mempertanyakan kebenaran berita tersebut karena berita Pangeran William dan Kate Middleton cerai ini banyak diperbincangkan diberbagai situs.

Setelah diselidiki ternyata kabar perceraian Pangeran William dan Kate Middleton tersebut sumbernya dari The Onion yang membuat rekaan setelah The Royal Wedding digelar yaitu pernikahan William dan Kate yang digelar 29 April 2011 lalu. 

Dalam berita The Onion tersebut disiarkan bahwa Pangeran William mengaku menikahi Kate adalah sebuah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Pangeran William menganggap bahwa ternyata Kate sebenarnya bukan pasangan serasi.

"Saya tidak tahu apa yang saya pikirkan saat itu. Kami ini bukan pasangan serasi. Saya tidak pernah mencintai dia dan sejujurnya saja dari awal saya tidak tertarik menikah," ujar William seperti dikutip dari The Onion, Jumat (3/6/2011).

"Orang-orang mengira kalau pernikahan kami seperti cerita dalam dongeng. Tapi sebenarnya hanyalah upacara bohong-bohongan yang mengerikan yang lepas kendali," jelas William dalam keterangan persnya.

Namun anda jangan langsung percaya dengan berita hoax Pangeran William menceraikan Kate Middtleton tersebut. Pasalnya The Onion terkenal sebagai berita spesialis parodi dan lelucon. Dimana beritanya selalu menggemparkan dunia.

Sebelum menyiarkan berita Pangeran William dan Kate Middleton Bercerai, The Onion juga telah menyiarkan berita hoax yang paling menggemparkan dunia yaitu berita yang menyebutkan bahwa Justin Bieber sebenarnya adalah pria usia 51 tahun dengan dilengkapi foto Justin Bieber asli dan palsu serta dilengkapi dengan kesaksian seorang wanita dalam video mengenai kebenaran berita tersebut.

Royal Wedding

Royal Wedding Kate dan William

Resmi sudah Kate dan William menjadi Pasangan Suami Istri. Pernikahan yang disaksikan oleh Milyaran pasang mata diseluruh dunia itu berlangsung khidmat dan dalam suasana yang santai. Jutaan pengunjung yang datang ke Inggris memadati jalan-jalan di Inggris.
Royal Wedding William and Kate
William and Katte
Pasangan kerajaan Inggris itu melangsungkan pernikahan di Westminster Abbey, Jum’at (29/4). Upacara pernikahan dipimpin oleh Uskup Agung Canterbury, Rowan Williams, pemimpin spiritual Gereja Inggris.
Setelah resmi menjadi suami istri, kedua pasangan tersebut kini bergelar Duke dan Duchess of Cambridge.
Sekitar 1.900 tamu undangan menghadiri upacara pernikahan, termasuk pesepakbola David Beckham dan musisi Elton John.
Kate and William
Uskup Agung Canterbury Dr Rowan Williams memandu Pangeran William dan Kate Middleton mengucapkan janji pernikahan.
Pangeran William mengucapkan janji pertama kali dengan menatap penuh keyakinan kepada Kate. Pengucapan sumpah setia pernikahan diikuti Kate, yang dipandu Rowan. Seperti pasangannya, Kate juga menatap William saat mengucapkan janji pernikahan.
William dan Kate dikenal sebagai pasangan kerajaan modern, yang telah mengenal kepribadian masing-masing secara mendalam. Hubungan putus-sambung selama sembilan tahun telah menguatkan ikatan pasangan ini. Tak seperti hubungan orangtua William, Lady Diana dan Pangeran Charles, yang cenderung kaku. William-Kate membangun hubungan yang lebih setara.