Rabu, 27 April 2011

Uskup Ramal Pangeran William-Kate Hanya Bertahan Tujuh Tahun?



Seorang uskup lolos dari kecaman Gereja Inggris meski mengatakan, Pangeran William dan Kate Middleton seperti selebriti murahan dan menduga pernikahan mereka bakal hancur berantakan setelah tujuh tahun. Uskup itu, Pete Broadbent, juga mengecam keluarga Kerajaan Inggris sebagai tukang selingkuh dengan banyak catatan pernikahan yang kandas.
Keluarga Kerajaan Inggris, pekan lalu, mengumumkan pertunanganan Pangeran William dengan Kate Middleton, seorang warga biasa yang merupakan putri seorang pengusaha kaya, dan rencana pernikahan akan digelar tahun depan.
Di halaman Facebook-nya, sebagaimana dilansir Daily Mail, Senin (22/11/2010), Uskup Broadbent yang berusia 58 tahun itu menulis, pernikahan William, yang pada suatu hari akan menjadi kepala gereja Inggris, merupakan “omong kosong memuakkan” dan “penipuan nasional” yang dibayar pembayar pajak.
Namun, Istana Lambeth menolak untuk mengutuk komentar sang uskup. Seorang juru bicara Istana mengatakan, “Uskup Broadbent berhak menyatakan pandangannya, tetapi kami akan mengulangi pernyataan kegembiraan besar kami pada kabar dan keinginan pasangan kerajaan itu untuk berbahagia.”
Di samping foto dirinya dengan segelas bir di situs jejaring sosial itu, uskup dari Willesden di barat daya London itu juga mengejek pernikahan Charles dan Diana tahun 1981. “Saya berhasil menghindari bencana terakhir dalam gerakan lambat antara Big Ears dan Porcelain Doll, dan saya berharap bisa menghindari yang satu ini juga,” tulisnya. Dia menambahkan, “Saya tidak peduli dengan Kerajaan. Saya seorang Republik. Sejarah (mencatat): lebih banyak pernikahan kandas dan peselingkuh di antara orang-orang ini daripada yang tidak.”
Uskup itu melanjutkan, “Seperti dengan kebanyakan selebriti murahan, mereka akan dibentuk untuk gagal oleh pers… Saya perkirakan pernikahan itu (hanya) bertahan tujuh tahun.”
Uskup Broadbent bertanggung jawab kepada Ratu, yang akan membuka sesi baru Sinode Umum Selasa besok. Namun, ia mengatakan kepada salah satu temannya di Facebook, “Saya pikir Anda akan mengetahui bahwa Tuhan dan Uskup London merupakan bos saya. Saya seorang warga negara, bukan seorang budak!”
Seorang teman Pangeran Charles (ayah William), anggota parlemen Inggris, Nicholas Soames, menilai komentar uskup itu sebagai sangat kasar dan tidak menunjukkan komentar yang berasal dari seorang uskup. Anggota Sinode, Alison Ruoff, mengatakan, komentar-komentar itu kejam, kekanak-kanakan, tidak penting, dan tidak menujukkan nilai Kristiani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar